Friday, 26 June 2015

Tazkirah Ramadhan #9

Credit to group wassap - IZZUDDINIAN'S 97/01
Assalamualaikum
Segala pujian hanya layak untuk Allah,pencipta dan penguasa sekalian alam.kepadaNya lah sahaja diri ini berserah.
Selawat dan salam ke atas junjungan besar nabi Muhammad Rasulullah yang kita cintai
KEMANISAN IMAN
Sabda Rasulullah SAW.: "Tiga perkara yang barangsiapa terdapat (ketiga-tiga perkara itu) padanya nescaya dia memperolehi kemanisan iman
1)Allah dan Rasul-Nya adalah lebih dia cintai daripada selainnya (Allah dan Rasul)
2)Mencintai seseorang semata-mata kerana Allah
3)Benci untuk kembali kepada kekufuran (maksiat) sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api". (Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim dan lain-lain)
Iman adalah meyakini didalam hati,melafazkan dgn lisan,dan menzahirkan dgn perbuatan.ada segolongan dari manusia yg keyakinannya teguh,tanpa secuit ragu-ragu terhadap apa yg dibawakan oleh Rasulullah.namun masih lalai dalam maksiat.tidak mampu menghindar diri dari perkara-perkara haram,atau tidak mampu istiqamah dalam beramal saleh.
Inilah golongan yg kita sebutkan dgn belum merasai kemanisan IMAN. Seringkali,kita juga terjatuh kepada tingkatan iman seperti ini,jika kita tidak menjaga qualiti iman kita. Ingat,iman itu sifatnya boleh bertambah dan berkurang.Sekali kita miliki,bukanlah bermaksud Ia tidak menjadi milik mutlak kita selama-lamanya.
Berbalik kepada hadis diatas, Rasulullah dgn hikmahnya menjelaskan kepada kita syarat-syarat yang perlu ada pada seseorang untuk dapat merasakan kemanisan iman tersebut.
1) Mencintai Allah dan Rasul melebihi segalanya termasuk dirinya sendiri.
Bagaimana sikap orang dlm tingkatan iman ini?
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
2) Mencintai seseorang semata-mata kerana Allah.
Bilamana kita melihat seseorang yang tidak kita kenali,sedang berusaha bersungguh-sungguh untuk menggapai redha dan rahmat Allah,hati kita bangkit untuk menyayanginya dan ingin membantunya.paling tidak dengan menghadiahkan sepotong doa ikhlas agar amalnya diterima Yang Maha Kuasa.Dan bilamana kita melihat saudara kita tergelincir dari landasan yang benar, kita tidak membenci malah mendoakan agar dia diberi hidayah agar dapat kembali.Itulah maksud sebenar sayang sesama muslim.
3) benci utk kembali kepada kefasikan dan kemungkaran
Firman Allah S.W.T dlm surah alhujrat ayat 7;
; akan tetapi Allah menjadikan iman suatu perkara yang kamu cintai serta di perhiaskannya dalam hati kamu, dan menjadikan kekufuran dan perbuatan fasik serta perbuatan derhaka itu: perkara-perkara yang kamu benci; mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang tetap menurut jalan yang lurus;
Saya berdoa untuk diri sendiri dan rakan2 semua,agar diberikan kekuatan utk memenuhi syarat2 diatas,agar kita sama2 dapat merasai "hallawatul iman" ini.
Kuncinya adlh OSTIQAMAH dan IKHLAS berusaha
Bukan senang nak jaga qualiti Iman. Seperti sukarnya nak jaga solat, apa lg nak jaga khusyuk dlm solat.Wallahi kalau aku,dlm solat yg sama pon boleh berbeza tingkat kekhusyukan.rakaat pertama boleh sujud bermunajat sehingga berderai air mata.rakaat kedua dah tak khusyuk pula krn teringatkan tugasan duniawi yg blom selesai. Allahuakbar. Begitu juga rapuhnya iman yg diangkat sehingga mudah sgt nak jatuh balik.tp kita terus usaha shbt2.kita terus menerus usaha. bersungguh2.memohon dan terus memohon.
Firman Allah dlm surah Yunus (10) : 9
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya.
Yang baik itu dari Allah.
Tang hat lemah tu mai letaq ataih kelemahan cek.
Semoga beroleh manfaat.
Wallahualam

Tazkirah Ramadhan #8

Credit to group wassap - IZZUDDINIAN'S 97/01
Assalammualaikum,
Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani,
Perancangan Manusia itu Usaha, Perancangan Allah itu Takdir
"Bila takdir berbicara, lidah kelu tidak terkata. Allah itu Maha Adil, Maha Mengetahui setiap kehendak hamba-NYA. Tarbiyah-NYA penuh hikmah. Bila hati tawakal pada-NYA, ketenangan pasti menyinggah. Tersentuh akan nikmat kasih-NYA pada diri. Katakan pada hati, segalanya punya hikmah yang telah cantik di susun -NYA. Senyum lah selalu walau di uji, walau hati rasa tak mampu dengan ujian. Kita perlukan-NYA lebih dari segala-galanya. Di mana DIA di hatiku? Carilah DIA disetiap langkah"
Yang pastinya, janganlah bersedih bila apa yang kita rancang itu tidak menjadi kenyataan. Aturan Allah itu jauh lebih baik daripada apa yang kita rancang. Kita cuma hambaNya yang kerdil. Janganlah sesekali kita berputus asa dengan apa yang berlaku. Teruslah teguh berdiri megharap rahmat daripadaNya.
"...Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya orang yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir." ( Yusuf, 12:87)
Kadangkala, Allah beri kita hujan lebat yang disertai dengan petir dan kilat serta guruh. Tetapi, selepas itu, Allah beri kita pelangi yang sangat indah. Subhanallah, indahnya aturan Allah.
Didalam setiap perancangan itu,sertakanlah dengan doa pada Allah. Redha lah apa yang berlaku andai ia tidak seperti yang dirancang. Terimalah setiap ketentuan Ilahi. Yakinlah, susunan Allah sentiasa yang terbaik buat hamba-hambaNya. Allah tidak akan mengatur sesuatu yang sia-sia, semuanya bersulam hikmah yang sangat halus dan sangat hebat!
" ..boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah 2:216)
Mudah- mudahan tazkirah ini memberi manfaat kepada rakan-rakan semua.
Selamat menunaikan ibadah puasa. Jangan jadikan puasa kita suatu yang sia-sia. Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun yang telah lepas.

Tazkirah Ramadhan #7

Credit to group wassap - IZZUDDINIAN'S 97/01
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, today marks the seventh day of our blessed journey into the precious months of Ramadhan. Continuing the tradition of daily Ramadhan reminders (tazkirah) and in the spirit of English day of our group, I'm truly honoured to share some knowledge and thoughts on the special months of Ramadhan.
Before I begin, let me just state that my sharing today are mainly sourced from my all time favourite, Ustaz Nouman Ali Khan's (UNAK) lecture on the month of Ramadhan. I'll provide the link to the lecture below and I truly believe that we can all benefit from watching it.
From the first tazkirah of Ramadhan, our dear Mr President has shared with us of the wisdom of Ramadhan which is taqwa. As stated in the 183rd verse of Al-Baqarah; لعلكم تتقون - we fast so that we'll achieve taqwa. Taqwa is often defined as the fear of Allah, but UNAK mentions that it's derived from the word 'wiqoya' which means, protection. Thus Taqwa can be defined as seeking protection, or the ability to protect ourselves. So how does the month of Ramadhan help us in gaining the ability to protect ourselves? That is by becoming the training ground for us. During Ramadhan, we are actually training our heart to defy various urges in our lives. The urge of hunger from the tummy, the urge of thirst from our throat, the urge of nicotine fix from the brain. In fighting the urge, we're training our heart to be strong. To win the war, and Allah allows us to train in a controlled difficulties (no syaitan). So that we'll achieve Taqwa by the end of the month; our heart strong enough to defy any indecent urges of our body and mind.
Allow me to continue a bit longer than the usual length of our tazkirah. Please listen to the durus on the ayat 185 in the lecture because I'm going to skip that part, not because it's of less importance but because I truly feel that you need to hear it from UNAK. By the way, it's the only verse where the word Ramadhan is mentioned (I hope it'll trigger your interest).
Let me try to rephrase the lesson from ayat 186. In this verse, Allah guarantees that no one is beyond helping. No matter how disgusting and evil we think we are, irregardless of how disconnected we have been from Allah, all that is required is a single call (prayer) to Allah, then Allah is near (فإنى قريب). So who we are to punish ourselves and others around us by putting the 'hopeless' label when Allah guarantees that when we ask of him, he's always there for us. The word used here is "when" we ask of him, not "if", and Allah talks about this still within the verses regarding Ramadhan; The best months for us to get closer to Him, to repent and to seek His forgiveness. So let us grab this golden opportunity with what's left of this month to get even closer to Allah.
Before I ended the tazkirah today, allow me to add another advice. Let's us also take the opportunity of qiyamullail during Ramadhan to repetitively repent and seek for his forgiveness especially through the Taubah Prayer. For those like me who struggle everyday to refrain from commiting sins, let us take solace in his mercy. For those fortunate ones who rarely strays from the righteous path, repent & seek forgiveness nevertheless, for any shortcomings and imperfections. I once read on the virtue of Taubah, where it is said that chances are better for a sinner who keeps repenting (Taubah) every night, rather than a pious servants who feel superior (ujub / riya') of his good deeds thus never feel the need to ask for his sins to be forgiven. For he knows better, thus to him, and only him we rely on. Wallahua'lam.
*as promised, here is the link for the full lecture. It's a one hour plus lecture, which is the reason why I find it difficult to write a brief tazkirah (my bad). But please find some time to watch this. I hope that everyone will benefit from it, InsyaAllah.

Tazkirah Ramadhan #6

Credit to group wassap - IZZUDDINIAN'S 97/01
Assalamualaikum dan salam 1Malaysia!
Sahabat sekalian,
Betapa beruntungnya kita ditemukan semula dengan ramadhan buat kesekian kalinya pada tahun ini. Alhamdulillah.
Sudah semestinya menjelang ramadhan yang mulia ini, kita sebagai orang yang beriman akan/telah berkejar kejar mengejar kebaikan, dek kerna ganjaran yang lumayan dijanjikan Allah. Budaya beribadat dilihat membuak buak bak cendawan tumbuh selepas hujan. Ada yang bersolat malam, bertadarus AlQuran, bersedekah, menjamu iftar, bertarawih dan berbagai bagai lagi amalan ibadah umum dan khusus sepanjang bulan mubarak ini.
Sebagai satu tool untuk check and balance, izinkan anaNya berkongsi sepotong hadith yang berbunyi:
Rasulullah saw bersabda: Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab: Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar. (Shahih Muslim No.5036)
Hadith ini menerangkan bahawa hanya dengan RAHMAT Allah sahaja yang membolehkan hambaNya masuk ke syurga, ini kerana amalan kita masih belum tentu diterima Allah seandainya dilakukan dengan tidak ikhlas ataupun terselit riyak, ujub dan taqabbur.
Dalam perkara yang berkaitan,
Allah berfirman yang maksudnya: ”Katakanlah (Wahai Muhammad) Apakah akan kami terangkan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amalannya? Iaitu orang-orang yang telah menyia-nyiakan amalannya dalam kehidupan ini sedangkan mereka menyangka bahawa mereka berbuat sebaik-baiknya.” Surah al-Kahfi: Ayat 103-104.

Nah sahabat2, dalam kita berkejar kejar beribadah di dalam bulan Ramadan mahupun di bulan2 lain, janganlah kita merasa diri kita baik sangat dan menyangka amalan2 ini mencukupi untuk masuk ke dalam syurga Allah. Marilah kita sama2 membetulkan niat kita semata mahu mendapat rahmat Allah, serta mengelakkan diri dari dijangkiti penyakit orang yang beramal iaitu penyakit riyak, ujub dan taqabbur. Wallahuak’lam.
Ini soal aqidah
Ini soal niat
Ini soal hati

Tazkirah Ramadhan #5

Tazkirah Ramadhan #5
Credit to group wassap - IZZUDDINIAN'S 97/01
Segala puji bagi Maha Pencipta kerana kita masih lagi diberi peluang untuk bernafas sehingga saat ini untuk berzikir mengingatiNya. Selawat dan salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad SAW yang sering kita rindui. Semoga syafaat Baginda bersama kita kelak.
Sahabat2 syurgaku,
Dalam kita mencari Taqwa dari hari ke hari, ketahuilah bahawa syaitan tidak pernah berputus asa untuk menggagalkan pelayaran kita dalam mencapai erti sebenar taqwa.
Bukan ingin menyalahkan syaitan dalam setiap perbuatan dosa kita, tetapi untuk sentiasa beringat bahawa syaitan dari kalangan jin dan manusia seringkali mendampingi kita untuk menyesatkan kita dengan cara apa sekalipun seperti janjinya kepada Allah untuk menyesatkan setiap anak adam di muka bumi ini.
Percayalah bahawa syaitan telah lama putus asa untuk menyuruh setiap insan yang solat untuk menyembahnya. Itu taktikal yang digunakan untuk mereka yang tidak solat dan tidak beriman. Syaitan akan terus membiarkan mereka dalam kesesatan.
Tetapi bagaimana pula dengan golongan meraka yang solat? Bagaimana pula dengan golongan yang seringkali pergi ke masjid? Sudah pasti taktikalnya berbeza seperti taktikal kapitan mok dan keri. Ya, niatnya untuk menjaringkan gol, tetapi set up dan movementnya berbeza sama sekali, tetapi playernya masih sama.
Wahai sahabat2 golongan kanan,
Mari kita sama2 periksa diri dan surrounding kita. Adakah syaitan berjaya menipu kita untuk terus sesat dalam keadaan kita tidak sedar?
Kita solat jemaah di masjid, adalah hati kita sentiasa niatnya tulus kerana Allah? Atau ade terdetik untuk merasa bangga?
Kita sering pergi ke majlis2 ilmu, adakah niatnya tulus kerana Allah? Ataupun untuk diri merasa lebih baik dari orang lain?
Ilmu agama yang byk di dada, adakah niatnya kerana Allah ataupun untuk pujian2 manusia.
Kita sering bersedekah, adakah terdetik di hati kita bahawa Allah memuliakan kita dengan harta?
Kita seringkali memberi nasihat dia media sosial, adakah niatnya ikhlas ingin membimbing manusia ke arah kebenaran? Atau untuk memperlihatkan betapa islamiknya kita?
Pelbagai situasi yang boleh menjadikan kita mengikut petunjuk syaitan walaupun pada mata kasarnya baik. Oleh itu, saya menyeru pada diri saya sendiri dan sahabat2 yang saya sayangi, mari kita sama2 cuba sedaya upaya untuk gagalkan misi syaitan ini supaya kita berjaya dalam pelayaran mencari Taqwa dan berhasil berada di syurga kelak.
Yang baik daripada Allah, yang buruk daripada kelemahan hambanya yang banyak dosa ini.
Sekiranya terdapat kesalahan dan khilaf di dalam tazkirah ini, sila tegur saya. Tazkirah ini lahir dari hati saya sendiri yang sering melakukan kesilapan.
Semoga kita semua beroleh rahmatNya.
Wallahua'lam.
Utusan,
Hamba Allah.

Tazkirah Ramadhan #4

Credit to group wassap - IZZUDDINIAN'S 97/01
Assalamua'laikum sahabat yang saya kasihi sekalian. Berikut merupakan tajuk tazkirah yang ingin saya sampaikan pada hari ini.
Redha: penguat di tengah himpitan musibah
Kisah ‘Urwah, anak pasangan hebat sahabat Nabi al-Zubair Bin al-‘Awwam dan Asma’ Binti Abu Bakar As-Siddiq.
Suatu hari ‘Urwah diundang oleh Khalifah Walid Bin Abdul Malik untuk datang ke istananya di Sham. Dalam perjalanan sesuatu terjadi pada kakinya sehingga timbul sebuah bisul yang pecah dan menjadi luka. Tiba di Syam, Khalifah mendatangkan seorang tabib untuk memeriksa luka tersebut. Tabib itu menasihatkan supaya kaki tersebut dipotong kerana jangkitannya tidak dapat dihentikan dan bakal membahayakan seluruh badan jika tidak dipotong. ‘Urwah setuju.
Tabib menasihatinya untuk meminum ubat bius terlebih dahulu sebelum operasi dijalankan namun dia menolak. Pada hematnya, ‘Urwah ingin sentiasa sedar mengingati Allah meski pada keadaan yang sangat meyeksakan. Akhirnya tabib memotong kakinya dengan gergaji, sementara ‘Urwah dengan penuh kesabaran menyaksikan hal itu tanpa mengeluarkan suara kesakitan.
Pada waktu yg sama, ‘Urwah menerima berita bahawa anaknya mengalami kemalangan dan telah meninggal dunia. ‘Urwah tidak memberi komen apa-apa apabila menerima berita tersebut. Dia berdoa: ‘Ya Allah, Engkau memberiku tujuh orang anak. Jika Engkau mengambil seorang, Engkau masih meninggalkan enam yang lainnya. Dan Engkau memberiku empat anggota(dua tangan dan dua kaki). Jika Engkau mengambil salah satunya, Engkau masih meninggalkan tiga yang lain”.
MashaAllah, lihat akhlaknya dalam menghadapi ujian daripada Allah.
Tidak ramai org yang mampu kekal positif, apatah lagi bersyukur di saat hentaman musibah yang bertubi-tubi. Hanya orang yang redha sahaja yang mampu melakukannya. Hati yg redha datang daripada sifat keyakinan terhadap Allah swt, yakin bahawa Allah yang Maha Mengetahui, Maha Pengasih, Maha Bijaksana dan Maha Penyayang. Dalam surah al Baqarah ayat 216:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”
Ketahuilah, mencapai redha di tengah musibah adalah sesuatu yang amat sukar. Namun ia tidak mustahil jika kita bersangka baik dengan Allah swt. Imam Abdul Wahid Bin Zaid berkata, ‘Sikap redha adalah pintu menuju Allah yang terbesar dan syurga dunia’.
Semoga kita semua dapat memupuk sikap redha dan tidak berputus asa dalam mencapai apa yang kita hajatkan dalam hidup kita, insyaAllah.
Sekian dahulu sedikit perkongsian dari saya. Semoga bermanfaat insyaAllah...

Tazkirah Ramadhan #3

Credit to group wassap - IZZUDDINIAN'S 97/01
Alhamdulillah... Kita masih diberikan kesempatan untuk bersama Ramadhan 1436h pada tahun ini... Ini masa terbaik untuk kita bermuhasah dan tingkatkan amalan kita untuk meninggikan taqwa kita kepada Allah swt.
Semoga puasa kita bukan sahaja hanya 'puasa' semata-mata, bahkan kita mendapat kualiti yang sebenar sebagai seorang mukmin.
Sahabat-sahabat yang dikasihi sekalian...
Dalam kitab Sair as-salikin, pengarang ada menyebut bahawasanya untuk mencapai darjat puasa orang solihin dan muttaqin, ianya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga semata-mata, malahan menegahkan diri dari berbuat maksiat dan perbuatan yang sia-sia. Maka hasil kesempurnaan puasa mereka seperti berikut:
1) menahan mata dari melihat sesuatu yang melalaikannya daripada zikrullah.
Sabda Nabi SAW: "melihat dengan syahwat itu ibarat satu anak panah yang dibubuh racun daripada beberapa panah iblis. Barangsiapa meninggalkan perkara itu kerana takut akan Allah, nescaya diberikan Allah iman kepadanya dan juga menikmati kemanisan iman itu dalam hatinya".
Rasulullah juga bersabda, "5 perkara yang membatalkan pahala puasa: berdusta, mengumpat, mengadu domba, bersumpah dengan dusta dan melihat sesuatu dengan syahwatnya".
2) memelihara lidah daripada perkataan yang sia-sia, berdusta, maki orang, berkelahi, dan sebagainya.
Maka, hendaklah orang yang berpuasa itu melakukan perkara berikut:
a) melazimkan diam
b) sibukkan diri dengan zikrullah
c) banyakkan membaca al-quran.
Sabda Rasulullah, "puasa itu perisai. Maka apabila kamu berpuasa, janganlah kerjakan sesuatu yang sia-sia dan elakkan perbuatan orang yang jahil. Sekiranya ada yang datang untuk membunuh atau memaki akan kamu, maka hendaklah berkata bahawasanya aku berpuasa. Maka jangan dilawan orang itu".
Semoga kita bersama-sama tingkatkan kualiti puasa kita dan terus beristiqomah demi mencapai taqwa Allah...
InsyaAllah...

Thursday, 18 June 2015

Tazkirah Ramadhan #2

ISTIQAMAH
Credit to group wassap - IZZUDDINIAN'S 97/01
Assalamualaikum semua. Alhamdulillah, bersyukur kita kerana masih diberi kesempatan oleh Allah utk sama2 meneruskan puasa di hari yang ke2 ni. Bertambah berkat lg kerana hari ni sayyidil ayyam, jumaat barokah dan juga ramadhan.
Ashabul fadilah yang dikasihi,

Bulan ramadhan yg mulia ialah bulan ibadah, namun hendaklah kita mengelakkan diri menjadi abdul ramadhan atau hamba ramadhan. Apa itu hamba ramadhan? Iaitulah bila ramadhan yg dtg menyebabkan kita berpulun2 utk beribadah, Tp kita tinggalkan segalanya menjelang syawal tanpa ada perbezaan dgn diri kita sewaktu sebelum ramadhan. kita hanya kembali beribadat pd ramadhan yg akan dtg pula. Perkara ini tidak terhad kpd amalan saja, bahkan kebersihan hati dan mujahadah melawan dosa juga termasuk. Mengapa dlm bulan ramadhan kita dpt menjaga hati dari bersangka buruk, menjaga lidah dari mencarut tetapi kita tinggalkan segalanya menjelang pagi 1 syawal? Di mana yg dikatakan ramadhan itu bulan tarbiyah?

Namun begitu, bukan bermakna kita tidak patut bersungguh2 mengejar pahala ramadhan. Tidak sekali-kali. Kelak kita menjadi org yg rugi. Tapi jadikan ada amalan tertentu yg boleh kita jadikan amalan biarpun selepas ramadhan. Ingatlah ramadhan ini bukan matlamat tp hadiah Allah utk memperbaiki diri kita.

Jika kita jarang ke masjid, maka jadikan amalan kita yg pulun masa terawih sbg permulaan utk melazimkan diri ke masjid wpon selepas hari raya nanti. Jika kita jarang baca Quran, maka jadikan amalan mengkhatam Quran Masa ramadhan sbg pemangkin utk kita baca Quran wpon Satu muka sehari..itulah bukti bahawa kita berjaya menterjemahkan konsep yg betul ttg bulan tarbiyah itu nnt.

Sahabat yg dirahmati Allah,
Hayati maksud Firman Allah dlm surah al-ahqaf ayat 13 dan 14, "sesungguhnya org2 yg berkata Allah tuhan kami, lalu mereka istiqamah, maka tiada ketakutan bg mereka dan mereka tidak akan bersedih. Mereka itulah ahli syurga, mereka kekal di dalamnya sbg balasan atas apa yg mereka kerjakan"
Sudah pasti istiqamah itu sendiri salah satu ciri kpd taqwa spt yg diulas oleh tazkirah semalam.
Moga kita dpt meneruskan ramadhan ini dgn penuh tawadhuk dan berjaya menjadikan kita hamba yg rabbani Kelak.
Sekian.wslm. 

Tazkirah Ramadhan #1

Matlamat Sebenar Berpuasa : Adakah Untuk Mengejar Pahala?
Credit to group wassap - IZZUDDINIAN'S 97/01

Assalamualaikum.
Segala puji-pujian hanyalah selayaknya buat Tuhan Pencipta. Sebaik-baik selawat dan salam buat Rasul tercinta. Segala kebaikan buat mereka yang memenuhi tuntutan keduanya.
Ramadhan tiba lagi dan kita terpilih untuk bertemu dengannya. Dalam bulan mulia ini, kita berpuasa di siang harinya, mendirikan malamnya, memberi makan kepada yang berpuasa, menghulurkan bantuan kepada yang kurang berupaya, tak kurang juga yang berhasrat untuk menurukan berat badan agar lebih elok paras rupa. Jadi apa yang kita kerjakan itu, adakah untuk pahala, keredhaanNya, keampunan ataupun puji-pujian manusia? Firman Allah di dalam Surah Al Baqarah ayat 183;
"Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertaqwa"
Justeru, matlamat utama berpuasa bukanlah berharap agar ramadhan kali ini penuh makna seperti lagu Manbai dan Raihan, atau mencari sebanyak pahala buat bekalan di bulan selainnya. Falsafah berpuasa itu lebih mendalam lagi, dan ia ditujukan kepada diri kita sendiri. Berpuasa itu difardhukan buat kita dengan matlamat - "mudah-mudahan kita lebih bertaqwa". Saya menyeru diri ini dan semua yang membaca, betulkan semula matlamat kita, agar yang dikejar itu taqwa, kerana dengan taqwa itu, kita akan beroleh kebaikan selainnya.

Tuesday, 16 June 2015

Selamat datang Ramadhan

Selamat datang wahai Ramadhan

Ini masa untuk perbaiki kelemahan diri, tingkatkan amalan dan lain-lain
Ini juga tempoh 'servis berkala' bagi perut, hati, buah pinggang dan macam2
lagi komponen dlm badan. Servis berkala yang aku maksudkan adalah begini...

Anggapkan perut ini seperti kilang. Tak berhenti beroperasi dan bekerja.
Setiap hari ada sahaja makan/minum yang kita suapkan. Apabila kita berpuasa
maka set lengkap perut ini secara tidak langsung dapat 'rehat/cuti/Mc' selama
12jam. Itu sudah cukup baik untuk perut melakukan recovery.

Paling penting kau jangan la berbuka puasa seperti besok dah tak makan. Makan
macam besok nak pegi perang dan bajet gugur di medan perang. Bahasa marhein nya
"makan x ingat dunia". Bertenang dan suap pelan2.

OH ye.. sebelum terlupa. untuk Ramadhan kali ini, jika aku punya masa maka akan aku copy paste
segala tazkirah yg bermanfaat daripada group wassap. Bukan aku yg beri tazkirah ini.. kawan-kawan aku..

Monday, 15 June 2015

Pembina Dua Menara

Aku baru tahu sebenarnya Samsung tu bukan sekadar telefon bimbit, tv, mesin basuh , peti ais komputer dan pelbagai barangan elektronik yg lain. Samsung lebih drpd itu

Samsung adalah pembina kapal dan Samsung juga pembina dua menara.
Menara kembar Petronas dan menara 'Burj Khalifa' juga dibina oleh Samsung

Power bukan...?